PENYESALAN
SEORANG AYAH
Senja akan berkunjung di bumi dan Semelir angin pun
meniup tubuhku,bagaikan memberi suatu pertanda padaku yang akupun tak tau entah
pertanda apa itu.
Tiba2 aku tersentak dari lamunanku,ya aku baru
menyadari bahwa magrib telah tiba dengan dikumandangkannya azan di masjid dekat
rumahku.
“wika”terdengar suara ibuku,
“iya bu,ada apa?”tanyaku.tiba2 tangan ibuku
menggapai telingaku.
“aduhh,sakit bu”sahutku,karena ibu menjewer
telingaku.
“sakit nak? Makanya kalo ibu bicara itu didengarkan.bukankah
dari tadi ibu menyuruhmu mandi ?”jawab ibuku sembari melepas tangan nya dari
telingaku.
“iya bu,maaf deh.ya udah aku mandi dulu ya.”aku pun
pergi menjauh dari ibuku dan bergegas mengambil handuk untuk mandi.
Setiba nya dikamar mandi ternyata ayahku sedang
mengambil wudu’,dan akupun harus menunggu.
Setelah ayah ku selesai ,aku bergegas masuk ke kamar
mandi tanpa menoleh ke arah ayahku.
“mandi nya yang cepat ya nak,biar kamu bisa sholat
magrib.”kata ayah padaku sembari pergi untuk sholat.
“iya,”jawab ku ketus karena aku memang dari dulu
membenci ayah,semenjak kakak laki2 ku yang satu2 nya pergi meninggalkan kami untuk selama2nya.
Kakak ku meninggal karena kecelakaan motor,setelah
sebelumnya bercekcokan mulut dengan
ayah.
Pertengkaran dimulai karena ayah tidak mau menuruti
kemauan kakak yang ingin kuliah di jurusan teknik mesin di universitas negeri
yang ada dikotaku,ayah menyuruhnya untuk kuliah di salah satu universitas islam
yang ada dikotaku dan mengambil jurusan pendidikan agama islam seperti
ayah.kakakku menolak karena dia tidak mau menjadi seorang guru,tetapi ayahku
tetap memaksa.
“ayah tidak mau tau,kamu harus ikuti kemauan ayah
“bentak ayah kepada kakakku
“tidak yah,aku tidak mau mengikuti jejakmu,aku tidak
ingin menjadi seorang guru,tapi aku mau menjadi seseorang yang bisa menciptakan
sesuatu yang bisa berguna bagi kehidupan masyarakat”jawab kakakku
“terserah,jika kamu tidak mau mengikuti kemauan
ayah,tidak ada yang namanya kuliah buat kamu”sahut ayah
“terserah ayah,aku capek yah.dari kecil aku selalu
mengikuti kemauan ayah,aku tidak pernah membantah kata2 ayah.kata2 ayah selalu
aku dengarkan dan aku ikuti,walaupun terkadang kemauan ayah bertentangan dengan
jiwaku yah.”kata kakakku sambil terisak2
“sekarang aku sudah besar yah,apa salah aku ingin
menjalani kehidupanku dengan kemauan ku sendiri ? “lanjut kakak sambil mengusap
air mata nya
”setiap apa yang aku kerjakan selalu salah dimata
ayah,ayah selalu memaksakan kehendak ayah padaku.apa kurang yah selama 19 thn
ayah memaksakan kehendak ayah padaku dan selalu aku ikuti tanpa bantahan dari
mulut ku?” Lanjut nya lagi
“sekarang aku sudah besar yah,ijinkan aku memilih
jalan hidupku sendiri yah tanpa paksaan dari orang lain.aku mohon yah ? “lanjut
nya sambil mengambil kedua tangan ayah dan menciumnya
Aku dan ibu hanya bisa terdiam,dan saat aku menoleh
ke ibu,bulir2an air mengalir dipipi mulus nya.
“ibu,apa salah kakak ingin memilih jalan nya sendiri?
Tanpa paksaan dari orang lain?”tanya ku sembari memeluk tubuh mungil ibu.
“tidak salah nak,hanya saja ayah kalian selalu
memaksakan keinginan nya kepada kakakmu.dan kakakmu selalu mengikuti kemauan
ayah tanpa ada bantahan dari mulut nya.kakak mu itu sangat sabar menghadapi
ayah yang overprotektif kepada anak2nya”jawab
ibu sembari membalas pelukan dariku
“TIDAK!!!” kata ayahku dengan suara yang mengeras
dan melepaskan tangannya dari genggaman kakak.
“sekali tidak,tetap tidak.siapa yang tidak mau
mendengarkan kata2ku,berarti dia bukan anakku.bagi yang tidak suka silahkan
keluar dari rumahku”lanjut ayah
Kamipun terkejut saat mendengar kata2 yang ayah
ucapkan itu,seakan2 mengusir kakak secara tidak langsung.
Keadaan pun hening,seakan2 tidak ada nafas yang
hidup dirumah ini.
Setelah beberapa menit keadaan rumah hening,
“baik lah,jika itu memang keputusan ayah.maaf yah
adit udah nggak bisa lagi mengikuti kemauan ayah.sekali lagi maafin adit ya
yah.”kata kakakku
“adit pergi”lanjut kakakku sambil melangkah pergi
keluar rumah
“kak adit mau pergi kemana kak?”tanyaku
“jangan tinggalin rumah kak,jangan tinggalin ibu
juga ayah kak.”lanjutku
Kak adit melangkah ke arah ku sambil tersenyum,dia
memelukku
“jaga ayah dan ibu ya dek,jangan pernah bantah kata2
mereka,”jawab kak adit
“buat ayah dan ibu bangga,karena kakak tidak bisa
mengikuti kemauan ayah lagi.kakak sayang sama kalian”lanjutnya sambil mencium
kening ku.
Lalu kakakku melangkah menuju ibu,dan kakak memeluk
ibu.
“adit pamit ya bu,adit sayang sama ibu”bisiknya
ditelinga ibu.
Seakan2 dia akan pergi jauh dan tidak akan kembali
lagi.
dan ayah masih terdiam kaku ditempat sebelumnya ia
berada.
Entah apa yang ada dipikiran ayah saat itu,entah
menyesal dengan ucapan nya atau malah sebaliknya akupun tak tau.
Kak adit melangkah pergi dan menghilang dari
pandanganku.
Ia membawa motor kesayangan nya,dan kami tidak tau
kemana kak adit akan pergi.
Dirumah suasana hening masih berlanjut,aku pergi
kekamarku dan ibu masih ditempat yang sama ,sedang terisak menangis memikirkan
anak laki2 satunya itu pergi.ibu memikirkan dimana kak adit akan tidur karena
saat itu hari sudah larut malam,sekitar pukul sebelas lewat lah.
Ayah masih duduk di sofa ruang tamu sendirian,karena
ibu sudah tidur duluan denganku dikamarku.
“KRINGG,KRINGG,KRINGG”bunyi telepon rumah ku yang
berada diruang tamu.
Aku terbangun dan keluar kamar menuju ruang tamu
untuk mengangkat telepon itu.
Saat itu mataku tertuju pada ayahku yang tertidur
pulas di sofa seakan2 tak ada masalah yang terjadi sebelum nya.
Tapi aku bergegas mengangkat telepon itu,
“selamat malam,apa ini benar kediaman pak adit
saputra?” tanya seorang wanita melalui teelpon yang aku angkat itu
“iya benar mbak,ini dengan siapa ya? Dan ada
keperluan apa Dengan kak adit ?”tanyaku pada wanita itu
“maaf mbak,sebelumnya.saya dari rumah sakit
citrahusada ingin memberi tahu keluarga pak adit bahwa pak adit kecelakaan,dan
sekarang ada dirumah sakit kami.dimohonkan kepada keluarga pak adit supaya
cepat datang kesini,”kata susternya
Akupun terdiam,jiwaku seakan terpisah dengan
rohaniku.seakan tak percaya apa yang aku dengar barusan.
“hallo mbak,saya tutup telepon nya.diharapkan
keluarga pak adit cepat kerumah sakit”lanjut suster itu
“tut....tut.tutt...”bunyi telepon rumahku saat
diputuskan oleh suster itu
Aku tersentak dan aku menjerit,
“KAK ADIT” jeritku,sehingga ayah dan ibu terbangun
dan berlari kearahku.
“ada apa wika,jerit2 ditengah malam seperti ini”kata
ayah
“kak adit kenapa nak?”sambung ibuku,akupun menangis
dan terbata2 mengatakan bahwa kak adit dirumah sakit.”kak adit kecelakaan
yah,bu.sekarang ada dirumah sakit citra husada”kataku.
“ya tuhan”sahut ibuku.
Ayah langsung mengambil kunci mobil dan kamipun
bergegas kerumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit,susternya mengantarkan
kami ke ruangan kak adit.
Dan betapa terkejutnya kami,saat melihat ruangan
dimana kak adit berada.
“kamar mayat!”kata ibu,tubuh ibu jatuh ke lantai dan
para suster membantu membangun kan ibu yang shock.
Ayah masih berdiri didepan pintu kamar mayat,seakan
berat melangkahkan kakinya untuk masuk
kedalam ruangan itu.
Aku pun masih termenung,seakan tak percaya apa yang
keluargaku alami ini.
Bahkan batinku tidak mau menerima semua kenyataan ini.
“ADIT!”jerit ayah,dan lamunan ku buyar seketika
setelah mendengar jeritan ayah.
Saat aku dan ayah memasuki ruangan itu betapa hancur
hatiku saat melihat kakak tersyangku terbujur kaku dengan kain putih yang
menutupi seluruh tubuhnya.
“nak,bangun sayang.jangan tinggalkan ayah nak”rengek
ayah sambil memeluk tubuh kak adit yang sudah tak bernafas lagi itu.
Namun hatiku menolak mentah2 fakta bahwa kak adit
sudah tiada didunia ini,
“kak ayo bangun kak,wika mau kakak buatin makanan
kesukaan wika lagi kak.wika mau main kejar2an lagi,wika mau dipeluk kakak
lagi.ayo kak bangun,bangun kak.kak adit...”kataku sambil menangis dan tidak mau menerima kenyataan bahwa kak
adit sudah tiada.
Sambil melangkah pelan2 ibu masuk ruangan itu,lalu
ibu memeluk jasad kak adit.lalu ibu mencium kening nya.
“ibu tidak tau nak,bahwa tadi adalah pelukan
terakhirmu untuk ibu,ciuman terakhirmu untuk ibu.seandainya ibu tau ibu tak
akan melepaskan pelukanmu nak.”kata ibuku sambil memandangi wajah anak laki2nya
itu yang masih tertinggal sisa darah di wajahnya.
Ku pandangi wajah kakakku,saat itu lah timbul
kebencian yang besar dari hatiku kepada ayahku.
Pemakaman kak adit berjalan lancar,tetapi luka
dihati keluarga ku masih sangat dalam.
Rumah sepi,karena tidak ada lagi suara nyanyian
merdu dari kakakku yang setiap pagi selalu membangunkan adiknya yang manja.
Ibu pun selalu menangis,tiada hari tanpa menangis
bagi ibuku..
Tetapi ayah malah kelihatan sangat santai setelah
seminggu kepergian kak adit.
Sejak saat kak adit pergi untuk selamanya,ayah
merubah sifat ego nya.
Namun bagiku itu sudah terlambat,kak adit sudah
tidak ada lagi,jadi percuma ayah melakukan semua itu.kak adit tidak akan
kembali lagi didunia ini.
tiga tahun pun berlalu setelah kepergian kak
adit.semua kehidupan dirumahku pun mulai membaik.walaupun belum
seluruhnya.namun entah mengapa kebencianku kepada ayah belum hilang.seakan tak
ada kata maaf buat ayah.
Akupun lulus dari SMA,aku pikir ayah masih
menekankan kemauannya kepada anaknya.
Namun setelah aku lulus,
“nak,kamu mau kuliah dimanapun,jurusan apapun itu
ayah tidak akan melarang, ayah pasti mendukungmu.”ujar ayahku sambil menepuk
bahuku
Akupun terkejut dengan pernyataan ayahku itu.”iya
yah,makasih ya yah udah ngebebasin wika buat pilih apapun itu cita2
wika.”jawabku.
“iya nak,ayah tidak mau kesalahan yang sama terulang
kembali.karena kamu sekarang anak satu2nya ayah dan ibu,jadi ayah tidak mau
kehilangan kamu juga”ujar ayah
“iya sayang,silahkan pilih cita2 kamu sendiri,ibu jaamin
nggak akan ada lagi yang namanya pemaksaan kehendak dirumah ini.ibu jamin
itu.”ujar ibu sambil memelukku
Dan akupun tertawa mendengar pernyataan ibu yang
seakan2 mengolok ayah.
“iya deh ayah janji nggak akan terulang lagi.ayah
janji mau berubah dan memulai hidup baru dengan kalian berdua walaupun adit
sudah tidak ada lagi disamping kita”kata ayah sambil ikut memeluk tubuhku
“iya yah,iya bu.wika sayang kalian.”
Semenjak itu,kehidupan baru keluarga ku pun
berjalan.
Rasa benciku terhadap ayah mulai perlahan hilang
dengan sendirinya,karena niat dari hati ayah yang ingin merubah sifat ego nya
itu.
Walaupun sebenarnya jauh didalam lubuk hati
kami,sangat merindukan sosok lelaki yang menyayangi ayah,ibu dan adik
perempuannya melebihi dirinya sendiri.
Malam ini kulihat langit yang penuh bintang,akupun
tersenyum melihat betapa indah nya bintang itu.
“terima kasih kak,kakak mampu menyadarkan ayah
betapa tidak baik nya sifat ego itu.terima kasih kakak sudah membuat ayah
berubah menjadi seorang ayah yang baik dan peduli pada anak2 nya.aku percaya
kakak pasti bahagia di atas sana.aku bangga pada kakak yang membawa perubahan
yang sangat besar dikeluarga kita kak.miss you kak” ujarku dalam hati saat
melihat bintang2 dilangit malam ini sambil tersenyum..
“aku sayang kakak”jeritku sambil melihat bintang di
langit dan aku percaya kakak bisa mendengarku saat ini....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar