TEORI KOMUNIKASI 1
MENJELASKAN
MODEL-MODEL YANG TELAH DI PELAJARI
SERTA DIANALISIS KEMBALI

Disusun oleh:
Nina
Monika(Mukomuko,Kost)
D1E014031
PRODI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN
ILMU POLITIK
UNIVERSITAS BENGKULU
2015
Pertanyaan
1. Gambarkan
kembali model yang telah di pelajari dan aplikasinya secara realitas/konkrit
yang kalian alami kemudian kalian analisis kembali dengan model tersebut.
Jawab
:
1.) Model S – R
Model stimulus – respon (S – R) adalah model komunikasi paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi, kkususnya yang beralian behavioristik. Model terebut menggambarkan hubungan stimulus-respons. Model ini menunjukan komunikasi sebagai suatu proses ”aksi-reaksi” yang sangat sederhana. Bila seorang lelaki berkedip kepada seorang wanita, dan wanita, dan wanita itu tersipu malu. Atau bila saya tersenyum dan kemudian anda membala senyuman saya, itulah pola S-R.
Model S-R menggabaikan komunikasi sebagai suatu proses, khususnya yang berkenaan dengan faktor manusia. Secara implisit ada aumsi dalam model S-R ini bahwa perilaku (respons) manusia dapat diramalkan. Ringkasnya, komunkasi dianggap sebagai statis, yang menganggap manusia selalu berperilaku karena kekuatan dari luar (stimulus), bukan berdasarkan kehendak, keinginan, atau kemauan bebasnya. Model ini lebih sesuai bila diterapkan pada sistem pengendalian suhu udara alih-alih pada perilaku manusia.
Model stimulus – respon (S – R) adalah model komunikasi paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi, kkususnya yang beralian behavioristik. Model terebut menggambarkan hubungan stimulus-respons. Model ini menunjukan komunikasi sebagai suatu proses ”aksi-reaksi” yang sangat sederhana. Bila seorang lelaki berkedip kepada seorang wanita, dan wanita, dan wanita itu tersipu malu. Atau bila saya tersenyum dan kemudian anda membala senyuman saya, itulah pola S-R.
Model S-R menggabaikan komunikasi sebagai suatu proses, khususnya yang berkenaan dengan faktor manusia. Secara implisit ada aumsi dalam model S-R ini bahwa perilaku (respons) manusia dapat diramalkan. Ringkasnya, komunkasi dianggap sebagai statis, yang menganggap manusia selalu berperilaku karena kekuatan dari luar (stimulus), bukan berdasarkan kehendak, keinginan, atau kemauan bebasnya. Model ini lebih sesuai bila diterapkan pada sistem pengendalian suhu udara alih-alih pada perilaku manusia.
Dalam
kehidupan saya model ini contohnya adalah ketika saya malas pergi ke kampus
(aksi),saya akan dimarahi oleh kakak saya.dan akibatnya kakak saya mengadukan
ke orang tua sehingga saya dimarahi orang tua dan kakak saya (reaksi).
2.) Model Aristoteles
Model Aristetoles adalah model komunikasi paling klasik, yang sering juga disebut model restoris (rhetorical model). Filosof Yunani Aristoteles adalah tokoh paling gigih yang mengkaji komunikasi, yang intinya adalah persuasi. Ia berjasa dalam merumuskan model komunikasi non verbal pertama. Komunikasi terjadi ketika seorang pembicara menyampaikan pembicaranya kepada khalayak dalam upaya mengubah sikap mereka. Tepatya, mengemukakan tiga unsur dasar proses komunikasi, yaitu pembicara(speaker), pesan(message), dan pendengar(listener).
Model Aristetoles adalah model komunikasi paling klasik, yang sering juga disebut model restoris (rhetorical model). Filosof Yunani Aristoteles adalah tokoh paling gigih yang mengkaji komunikasi, yang intinya adalah persuasi. Ia berjasa dalam merumuskan model komunikasi non verbal pertama. Komunikasi terjadi ketika seorang pembicara menyampaikan pembicaranya kepada khalayak dalam upaya mengubah sikap mereka. Tepatya, mengemukakan tiga unsur dasar proses komunikasi, yaitu pembicara(speaker), pesan(message), dan pendengar(listener).
Model
komunikasi Aristoteles jelas sangat sederhana, malah terlalu sederhana dipadang
dari perspektif sekarang, karena tidak memuat unsur-unsur lainnya yang dikenal
dalam komunikasi, seperti saluran, umpan balik, efek, dan kendala atau gangguan
komunikasi.
Salah satu kelemahan model ini adalah bahwa komunikasi dianggap sebagai fenomena yang statis. Seseorang berbicara, pesannya berjalan kepada khalayak, dan khalayak mendengarkan. Tahap-tahap dalam peristiwa itu berurutan alih-alih terjadi secara simultan. Disamping itu, model ini juga berfokus pada komunikasi yang bertujuan (disengaja) yang terjadi ketika seseorang berusaha berusaha membujuk orang lain untuk menerima pendapatnya.
Salah satu kelemahan model ini adalah bahwa komunikasi dianggap sebagai fenomena yang statis. Seseorang berbicara, pesannya berjalan kepada khalayak, dan khalayak mendengarkan. Tahap-tahap dalam peristiwa itu berurutan alih-alih terjadi secara simultan. Disamping itu, model ini juga berfokus pada komunikasi yang bertujuan (disengaja) yang terjadi ketika seseorang berusaha berusaha membujuk orang lain untuk menerima pendapatnya.
Contoh
dari model ini didalam kehidupan saya adalah ketika saya menghadiri rapat Dis
Natalis yaitu perayaan ulang tahun Himikom yang selalu diadakan setiap tanggal
31 maret.Saat saya menghadiri rapat itu,ketua acara meminta audiens untuk
memberikan saran tentang tema acara tersebut.Dan saya memberikan pendapat dan
saran kepada ketua acara,bahwa menurut saya tema yang bagus untuk perayaan Dis
Natalis tersebut adalah pesta kebun,karena dengan kita merayakan pesta kebun
kita ikut bersyukur dan berterima kasih kepada petani-petani yang telah
menyediakan sayur-sayuran dan buah-buahan untuk kita.Dan itu bentuk komunikasi
kita kepada petani-petani tersebut agar meningkatkan hasil panennya
lagi.Disitulah saya ingin ketua acara menerima pendapat saya.
3.) Model Lasswel
Model komunikasi Lasswel berupa ungkapan verbal, yakni,
Who
Says What
In Which Channel
To Whom
With What Effect
Model ini dikemukakan Harold Lasswell tahun 1948 yang menggambarkan proses komunikasi dan fungsi-fungsi yang diembannya dalam masyarakat. Lasswell mengemukakan tiga funggsi komunikasi, yaitu :pertama, pengawasan lingkungan yang mengingatkan anggota-anggota masyarakat akan bahaya dan peluang dalam lingkungan; kedua, korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespons lingkungan ; ketiga, transmisi warisan sosial dari sesuatu generasi ke generasi lainnya .
Model Lasswell sering diterapkan dala komunikasi massa. Model tersebut mengisyaratkan bahwa lebih dari satu saluran dapat membawa pesan. Unsur sumber (who) merangsang pertanyaan mengenai pengendalian pesan (misalnya oleh ”penjaga gerbang”), sedangkan unsur pesan (says what) meruupakan bahan untuk analisis isi. Saluran komunikasi (in which channel) dikaji dalam analisis media. Unsur penerima (to whom) dikaitan dengan analisis khalayak, sementara unsure pengaruh (with what effect), jelas berhubungan dengan studi mengenai akibat yang ditimbulkan pesan komunkasi massa pada khalayak pembaca, pendengar atau pemirsa.
Model komunikasi Lasswel berupa ungkapan verbal, yakni,
Who
Says What
In Which Channel
To Whom
With What Effect
Model ini dikemukakan Harold Lasswell tahun 1948 yang menggambarkan proses komunikasi dan fungsi-fungsi yang diembannya dalam masyarakat. Lasswell mengemukakan tiga funggsi komunikasi, yaitu :pertama, pengawasan lingkungan yang mengingatkan anggota-anggota masyarakat akan bahaya dan peluang dalam lingkungan; kedua, korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespons lingkungan ; ketiga, transmisi warisan sosial dari sesuatu generasi ke generasi lainnya .
Model Lasswell sering diterapkan dala komunikasi massa. Model tersebut mengisyaratkan bahwa lebih dari satu saluran dapat membawa pesan. Unsur sumber (who) merangsang pertanyaan mengenai pengendalian pesan (misalnya oleh ”penjaga gerbang”), sedangkan unsur pesan (says what) meruupakan bahan untuk analisis isi. Saluran komunikasi (in which channel) dikaji dalam analisis media. Unsur penerima (to whom) dikaitan dengan analisis khalayak, sementara unsure pengaruh (with what effect), jelas berhubungan dengan studi mengenai akibat yang ditimbulkan pesan komunkasi massa pada khalayak pembaca, pendengar atau pemirsa.
Contohnya
didalam diri saya yaitu saya mengingatkan pada teman-teman kost agar lebih
berhati-hati bekendara motor dan jangan berkendara ditempat gelap,karena
sekarang sedang banyak pembegalan.
4.) Model Shannon dan Weaver
Salah satu model awal komunikasi dikemukakan Claude Shannon dan Warren Weaver pada 1949 dalam buku the Mathematical Theory of Communication. Model yang sering disebut model matematis atau model teori informasi itu mungkin adalah model yang pengarunya paling kuat atas model dan teori komunikasi lainnya. Shannon adalah seorang insinyur pada Bell Telephone dan ia berkepentingan dengan penyampain pesan yang cermat melalui telepon. Weaver mengebangkan konsep Shannon untuk menerapkannya pada semua bentuk komunikasi.
Model Shannon dan Weaver ini menyoroti problem penyampaian pesan berdasarkan tingkat kecermatannya. Model ini melukiskan seuatu sumber yang menyandi atau menciptakan pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran kepada seseorang penerima yang menyandi balik atau mencipta ulang pesan tersebut. Dengan kata lain, model Shannon dan Weaver mengasumsikan bahwa sumber informasi menghasilkan suatu pesan untuk dikomunikasikan dari seperangkat pesan yang dimungkinkan.
Salah satu model awal komunikasi dikemukakan Claude Shannon dan Warren Weaver pada 1949 dalam buku the Mathematical Theory of Communication. Model yang sering disebut model matematis atau model teori informasi itu mungkin adalah model yang pengarunya paling kuat atas model dan teori komunikasi lainnya. Shannon adalah seorang insinyur pada Bell Telephone dan ia berkepentingan dengan penyampain pesan yang cermat melalui telepon. Weaver mengebangkan konsep Shannon untuk menerapkannya pada semua bentuk komunikasi.
Model Shannon dan Weaver ini menyoroti problem penyampaian pesan berdasarkan tingkat kecermatannya. Model ini melukiskan seuatu sumber yang menyandi atau menciptakan pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran kepada seseorang penerima yang menyandi balik atau mencipta ulang pesan tersebut. Dengan kata lain, model Shannon dan Weaver mengasumsikan bahwa sumber informasi menghasilkan suatu pesan untuk dikomunikasikan dari seperangkat pesan yang dimungkinkan.
Pemancar
( transmitter) mengubah pesan menjadi suatu sinyal yang sesuai dengan saluran
yang digunakan. Saluran (channel) adalah medium yang mengirimkan sinyal (tanda)
dari transmitter ke penerima (receiver). Dalam percakapan, sumber iinformasi
adalah otak, ttansmitter-nya adalah mekanisme suara yang menghasilkan lewat
udara (sebagai saluran) . penerima (receiver), yakni mekanisme pendengaran,
melakuka operasi yang sebaliknya yang dilakukan transmitter dengan
merekontruksi pesan dari sinyal. Sasaran ( destination) adalah (otak) orang yang
menjadi tujuan pean itu.
Contohnya dalam
kehidupan saya adalah ketika saya menyampaikan pesan singkat kepada dewi agar
dia memfotokopikan tugas saya melalui handphone,dan pesan itu dibaca oleh dewi
lalu dewi memfotokopikan tugas saya itu.
5.) Model Wesley dan MacLean
Tahun 1957, Bruce Wesley dan Maclean, keduanya teoritisi komunikasi, merumuskan suatu model yang mencakup komunikasi antar pribadi dan kommunikasi masssa, dan memesukan umpan balik sebagi bagian integral dari proses komunikasi. Model Wesley dan Maclean ini depengaruhi model Newcomb, selain juga model Lasswell dab model Shannon dan Weaver. Mereka nemanbahkan jumlah peristiwa, gagasan, objek dan orang yang yang tidak terbatas (dari X1 hingga X00), yang kesemuannya merupakan “objek orientasi”, menempatkan suatu peran C diantara Adan B, dan menyediakan umpan balik.
Menuruut kedua pakar ini, pembedaan dalam umpan balik inilah yang membedakan komunikasi antar pribadi denagn komunikai massa. Umpan balik dari penerima bersifat segera dalam komunikasi antar pribadi, sementara dalam komunikasi massa bersifat minimal dan/atau tertunda. Sumber dalam komunkasi antar pribadi lebih beruntung daripada dalam komunikasi masa dalam arti bahwa dalam komunikasi antarpribadi sumber dapat lansung memanfaatkan umpan balik dari penerima untuk mengetahui apakah pesannya mencapai sasaran dan sesuai dengan tujuan komunikasinya atau tidak.
Tahun 1957, Bruce Wesley dan Maclean, keduanya teoritisi komunikasi, merumuskan suatu model yang mencakup komunikasi antar pribadi dan kommunikasi masssa, dan memesukan umpan balik sebagi bagian integral dari proses komunikasi. Model Wesley dan Maclean ini depengaruhi model Newcomb, selain juga model Lasswell dab model Shannon dan Weaver. Mereka nemanbahkan jumlah peristiwa, gagasan, objek dan orang yang yang tidak terbatas (dari X1 hingga X00), yang kesemuannya merupakan “objek orientasi”, menempatkan suatu peran C diantara Adan B, dan menyediakan umpan balik.
Menuruut kedua pakar ini, pembedaan dalam umpan balik inilah yang membedakan komunikasi antar pribadi denagn komunikai massa. Umpan balik dari penerima bersifat segera dalam komunikasi antar pribadi, sementara dalam komunikasi massa bersifat minimal dan/atau tertunda. Sumber dalam komunkasi antar pribadi lebih beruntung daripada dalam komunikasi masa dalam arti bahwa dalam komunikasi antarpribadi sumber dapat lansung memanfaatkan umpan balik dari penerima untuk mengetahui apakah pesannya mencapai sasaran dan sesuai dengan tujuan komunikasinya atau tidak.
Contohnya didalam
kehidupan saya adalah ketika saya berbicara kepada wika teman saya tentang saya
(komunikasi antarpribadi) dan kemudian kami membahas tentang khalayak lain
(komunikasi massa) dan pada saat itu wika merespon dan balik memberikan
tanggapan.
6.) Model Berlo
sebuah model lain yang dikenal luas adalah model David K. Berlo, yang ia kemukakan pada tahun 1960. model ini dikenal dengan model SMCR, kepanjangan dari source (saluran), mesagge (pesan), Channel (saluran), Receiver (penerima). Sebagaimana dikemukakan Berlo, sumber adalah pihak yang menciptakan pesan, baik seseorang ataupun suatu kelompok. Pesan adalah terjemahan gagasan kedalam suatu simbolik, seperti bahasa atau isyarat. Saluran adalah medium yang membawa pesan, dan penerima adalah orang yang menjadi sasaran komunikasi.
Berlo juga menggambarkan kebutuhan penyandi (encoder ) dan penyandi-balik (decoder) dalam proses komunikasi. Enkoder bertangung jawab mengekspresikan maksud sumber dalam bentuk suatu pesan. dalam situasi tatap-muka, fungsi penyandian dilakukan lewat mekanisme vikal dan sistem otot sumber yang menghasilkan pesan verbal dan nonverbal. Akan tetapi, munhkin juga terdapat seorang lain menyandi suatu pesan.
sebuah model lain yang dikenal luas adalah model David K. Berlo, yang ia kemukakan pada tahun 1960. model ini dikenal dengan model SMCR, kepanjangan dari source (saluran), mesagge (pesan), Channel (saluran), Receiver (penerima). Sebagaimana dikemukakan Berlo, sumber adalah pihak yang menciptakan pesan, baik seseorang ataupun suatu kelompok. Pesan adalah terjemahan gagasan kedalam suatu simbolik, seperti bahasa atau isyarat. Saluran adalah medium yang membawa pesan, dan penerima adalah orang yang menjadi sasaran komunikasi.
Berlo juga menggambarkan kebutuhan penyandi (encoder ) dan penyandi-balik (decoder) dalam proses komunikasi. Enkoder bertangung jawab mengekspresikan maksud sumber dalam bentuk suatu pesan. dalam situasi tatap-muka, fungsi penyandian dilakukan lewat mekanisme vikal dan sistem otot sumber yang menghasilkan pesan verbal dan nonverbal. Akan tetapi, munhkin juga terdapat seorang lain menyandi suatu pesan.
Contohnya
dalam kehidupan saya adalah ketika saya menangis dan menceritakan persoalan
saya kepada teman-teman baik saya yang dapat saya percaya,sehingga teman-teman
saya merespon dan tau isi hati saya pada saat itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar