Sabtu, 19 Desember 2015

contoh cerpen




         Sejuk udara pagi membuat manusia bersemangat untuk bangun dan siap beraktifitas.Begitupun dengan diriku.aku bangun tidur dan siap menjalani aktifitas di hari ini.Ditambah dengan dering handphone ku,yang membuat aku tersenyum geli.Ya tepat,itu pesan singkat dari kekasihku.aku bergegas mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kuliah.
“sayang,aku udah di depan kost-an kamu nih”kata pacarku lewat bbm nya.
“iya sayang,tunggu bentar.aku keluar” balasku sambil senyum dan mengambil tasku yang ada di atas meja lalu buru-buru keluar rumah.
“hai sayang” sapaku pada pacarku sembari mencium pipi pacarku.
“hai juga sayangku”jawab pacarku,
      Sembari menghidupkan motornya,Kemudian aku menaiki motor kekasihku,kamipun berangkat kekampus.Aku dan pacarku kuliah di salah satu universitas negeri di bengkulu, kamipun satu jurusan dan satu angkatan.kami berpacaran sejak kami kelas satu SMA,dan sekarang kami memasuki semester 4.kira-kira kami pacaran udah 4 tahunan.selama 4 tahun itu udah banyak hal yang kami lalui.mulai dari pertengkaran,kebahagiaan dan lain sebagainya.
      Sebenarnya orangtuaku tidak suka dengan pacarku,alasannya karena pacarku nakal dan berandalan.Bagiku itu tidak masalah selagi pacarku masih mencintaiku.
“sayang abis kuliah ini kita ke kost-anku ya”pesan singkat dari bima pacarku,
“iya sayang,tapi mau ngapain yang?”tanyaku,
“aku ada kejutan buat kamu sayang “ lanjutnya,
“emangnya dalam rangka apa sayang,kok pake acara kejutan segala ? “tanyaku lagi,
“ya ampun sayang,kamu lupa ya,hari ini kan hari jadian kita” jawab pacarku,
“ oh iya sayang,maaf ya aku lupa” lanjutku lagi.
        Setelah pelajaran selesai,aku dan bima bergegas pulang ke kosan.tak lupa aku dan bima membeli makanan untuk makan siang dikosan bima nanti.
      Setelah beberapa menit sampailah kita kekosan.Bima langsung mengeluarkan kunci rumahnya dan membuka pintunya.Kami langsung masuk ke kosan.di dalam kosan sebenarnya aku sudah merasakan hal yang aneh pada bima,tapi aku tidak mau berpikiran negative terhadap pacarku.
“bentar ya sayang,aku ambil minum kamu dulu “ ucap bima sambil pergi kedapur.
“iya sayang”jawabku.setelah beberapa menit bima keluar membawa segelas air putih,kemudian dia memberikan air itu padaku.
“ini syang minumnya”kata bima.“iya sayang maksih ya” jawabku.
     Akupun meminum air itu tanpa rasa curiga,setelah meminum air itu kepalaku pusing dan merasakan ngantuk.
“sayang kamu kenapa?” tanya bima padaku,
“nggak tau ni yang,kok kepala aku tiba-tiba pusing dan ngantuk “ jawabku dan akupun pingsan.
       Setelah itu aku tak tau lagi apa yang terjadi padaku,setelah aku sadar aku berada di tempat tidur bima dan bima ada disampingku sembari senyum manis  melihatku.
“selamat malam pujaan hatiku”katanya seraya menyentuh wajahku dan mencium keningku.
      Saat itu aku masih bingung,aku bertanya-tanya didalam hatiku apa yang sebenarnya terjadi padaku dan bima.namun aku seolah tak peduli dengan apa yang terjadi dan aku membalas senyum bima,dan memeluk bima.Setelah aku membuka selimut yang menyelimuti tubuhku,betapa kagetnya aku saat menyaksikan tubuhku yang bugil tanpa sehelai benangpun.
Aku menjerit “ BIMA!,kamu apain aku ? “
“kamu lebay deh yang,nggak usah segitunya juga kali.kitakan udah pacaran lama,ya wajar dong aku meminta balasan dari kesetiaanku selama ini sama kamu” jawab bima
“tapi bim,”air mataku keluar dengan sendirinya dan mengalir di pipiku.
”aku memang sayang sama kamu,tapi nggak kayak gini juga dong.sekarang aku kotor bim,ini semua gara-gara kamu” lanjutku sambil terisak-isak.
     Bima malah merangkulku tanpa rasa bersalah sedikitpun,
”udahlah yang,toh juga kan udah terjadi,mau diapain lagi.”katanya sambil membelai rambutku yang panjang.
“tapi gimana kalo aku hamil bim ? “tanyaku
,”kita kan masih kuliah,apa kata ibu dan ayahku bim.mereka udah percaya banget sama aku.aku nggak mau bikin malu orangtua ku bim”lanjutku.
“ya kalo kamu hamil tinggal gugurin aja lah yang,gitu aja kok repot”jawab bima seolah tak mau ambil pusing.
”ih kok kamu ngomong gitu,pokoknya aku nggak mau tau,kamu harus nikahin aku”lanjutku lagi.
“nikah apanya sih,please deh yang.ya aku nggak mungkin lah nikahin kamu.aku nggak mau nikah dulu.”jawabnya.
“bim,maksud kamu apa? Kamu nggak mau nikahin aku? Jadi apa gunanya kita pacaran selama ini bim? “ lanjutku lagi.
“ya nggak lah,aku cuma pengen nyoba tubuh kamu aja,toh juga kan orangtua kamu nggak suka kan sama aku.” Kata bima lagi.
“oh jadi selama ini kamu dendam sama orangtua aku? “ kataku sambil menatap bima yang mulai melepas pelukan nya dariku.
“sebenarnya sih iya,aku sekarang lega udah menghancurkan hidup kamu.pastinya kan orangtua kamu sekarang malu banget punya anak yang udah nggak perawan lagi” lanjut bima,
        Dan aku melihat senyum bahagia dibibirnya.dan betapa hancur hatiku saat mendengar perkataan yang di ucapkan bima itu.Aku bergegas memakai pakaianku kembali.
“PLAKK”suara tanganku saat menampar pipi bima,
“eh kamu jangan kurang ajar ya rin,sekarang kita putus dan jangan pernah hubungi aku lagi “ kata bima sembari menahan tanganku.
“dasar bajingan kamu bim,aku benar-benar benci sama kamu.semoga kamu dapat balasan dari tuhan bim,dan asal kamu tau tuhan nggak bakalan tidur bim.semoga tuhan bisa balas kejahatan kamu bim” kataku seraya melepaskan tangan bima,dan akupun pergi dari rumah bima.
      Aku berjalan kaki untuk mencari angkot,sambil berjalan aku menangis,aku menyesal tentang apa yang telah terjadi.aku tak menyangka bima sejahat itu.
“naik neng ?”kata supir angkot memecahkan lamunanku.”iya pak,ke panorama ya pak”balasku
“iya neng”jawabnya.aku pun duduk dipinggir pintu.didalam angkot itu aku masih memikirkan apa yang terjadi tadi dan menangis.
.”mbak kenapa nangis?”ucap perempuan paruh baya yang duduk disampingku.
“nggak apa-apa kok buk”jawabku sembari menghapus air mata yang ada di pipiku dan tersenyum kepada ibu paruh baya itu.
“tepi pak”kataku kepada supir angkot yang aku tumpangi itu,karena aku sudah sampai di kosanku.Angkot pun berhenti dan aku memberikan ongkos kepada supir tersebut.
      Aku bergegas membuka pintu kosanku,kemudian aku bergegas mandi untuk membersihkan diriku yang sudah kotor.di kamar mandi aku luapkan semua kesedihan dan kekesalanku.aku menyesal karena tidak mendengarkan omongan orangtua ku.aku sudah dibutakan oleh cinta yang membuat diriku sendiri hancur.
       Hari demi hariku lalui dengan kesedihan,dan aku tidak pernah lagi berhubungan dengan bima.walaupun kami setiap hari bertemu dikampus tapi bima tidak pernah menegur atau menanyakan kabarku.disaat aku ingin mendekatinya untuk bicara bima selalu menghindar dan menjauh.
      Dan pada suatu hari aku mempunyai kesempatan untuk bicara dengannya.Aku langsung menghampiri nya dan menarik tangan nya keluar ruangan.
“apa lagi sih rina? Bukan nya udah aku bilang kita putus.”kata bima sembari menatapku seolah mata nya itu menghinaku
“bim,aku  udah 2 bulan nggak datang bulan”sahutku.”hahaa,apa hubungannya dengan ku rina ?”jawabnya
“aku serius bim,aku bingung sekarang.”lanjutku.”trus kamu mau nya gimana?”tanya nya kepadaku.
“aku mau kamu nikahin aku”jawabku.
”kamu gila ya rin,aku belum siap nikah.dan aku nggak mau nikah sama kamu”jawabnya lagi,
“kok kamu ngomong gitu sih bim,kamu sentuh tubuh aku tanpa izin dari aku,kamu meniduri aku dengan cara yang curang”kataku kepada bima.
“ya udah,nanti sore aku jemput kamu,kita gugurin tu kandungan nya”sahut bima
“nggak,aku nggak mau bunuh calon bayi aku,udah banyak dosa yang aku lakukan.dan aku nggak mau nambah dosa lagi bim.”kataku seraya menangis,karena memang aku tidak mau membunuh darah dagingku sendiri.
“kalo memang itu mau kamu aku nggak bisa maksa rin,tapi aku nggak bisa ikuti kemauan kamu untuk kita nikah.maaf rin mending sekarang kita pura-pura nggak kenal aja.”jawab bima.
      Bima pun melangkah pergi meninggalkan aku,aku tak bisa berkata apa-apa.aku tersungkur dilantai dan menangis.
      Hari-hari ku lalui terasa begitu sakit,aku bingung harus bagaimana.Aku tak tau apa yang harus aku lakukan.sehingga aku berpikir untuk mengakhiri hidupku.
    Dimalam itu aku sudah memegang satu gelas racun nyamuk,dan siap meminumnya.sebelum meminum racun nyamuk itu aku menangis dan mengirimkan pesan singkat kepada ibuku yangberada di desa.isi dari pesan singkat itu adalah permintaan maafku yang selama ini sudah merepotkan,menyusahkan,dan membuat orangtua ku malu dengan perbuatanku.meminta maaf karena selama ini tidak pernah mendengarkan kata-katanya,serta berterima kasih karena mereka sudah melahirkan ku, membesarkan ku, dan menyayangiku tanpa pamrih,serta aku mengungkapkan semua isi hatiku betapa aku menyanyangi mereka.setelah aku mengirim pesan singkat itu aku langsung meminum racun nyamuk itu ,reaksinya sangat cepat dan akhirnya aku tak sadarkan diri.
      Saat aku sadarkan diri,aku sudah di rumah sakit.akupun tak tau siapa yang membawaku kerumah sakit dan apa yang terjadi sebelumnya padaku.samar-samar aku melihat seorang wanita yang sedang menangis tersedu-sedu sambil membaca al-quran.dan ternyata itu ibuku.
“ibu”kataku sambil melihat ke arahnya.ibuku terkejut dan menutup al-quran yang ia baca dan menghampiriku.
“kamu sudah sadar nak?”tanyanya padaku seraya mengelus-elus rambut panjangku
“ibu,apa yang terjadi padaku bu? Kenapa aku bisa disini bu?”tanya ku.
”udah lah nak jangan terlalu banyak pikiran dulu,kamu kan baru sadar.”jawab ibuku.
”kamu istirahat dulu ya,ibu mau kasih tau ayah dulu”lanjutnya
      Lalu ibu melangkah keluar ruangan,namun aku mendengar percakapan dokter dengan ibu di depan ruangan dimana aku dirawat.
“dok,gimana janin nya dok? Apa masih bisa di selamatkan dok?”tanya ibu kepada dokter itu
“alhamdulillah bu,janin nya bisa diselamatkan,tapi kandungan nya harus dijaga dengan ketat. soalnya janin nya agak lemah karena racun yang diminum anak ibu itu”jawab dokternya.
“oh iya dok,terima kasih ya dok,ini benar-benar suatu mujizat bagi keluarga kami dok”lanjut ibuku dan dokter itu pergi meninggalkan ibu.
       Aku tidak tau darimana dan kapan ibu mengetahui tentang kehamilanku itu,mungkin dokter itu yang memberi tahu ibu.
      Ayahku memasuki ruangan ku dan tersenyum,ayah mencium kening ku dan mengatakan “ayah dan ibu sangat menyayangi kamu nak,jangan pernah lakukan hal bodoh seperti ini lagi.ayah tidak tau bagaimana jadinya ayah dan ibu tanpa kamu nak.”
Aku menangis dan ayah memelukku.
“laki-laki itu bajingan yah,dia tidak mau tanggung jawab.aku tidak tau harus bagaimana.jadi aku mengambil jalan pintas ini yah.”kataku kepada ayah.”maafkan rina yah”lanjutku lagi
“iya nak,ayah ngerti keadaan kamu.yang sudah terjadi biarkan lah terjadi,mungkin ini sudah takdir yang harus kamu lalui,kamu harus kuat.dan bangkit dari keterpurukan ini,kamu harus ingat sekarang kamu mempunyai calon baby di dalam rahimmu,kamu harus kuat demi janinmu.karena kata dokter janinmu lemah.kamu harus menjaga kandunganmu itu.”lanjut  ayah.
“iya yah,aku harus semangat,tapi gimana kuliah aku yah?”tanya ku pada ayah,
“kemarin ayah udah mengurus surat cuti kuliahmu, sekarang kamu cuti dulu 1 tahun ya nak,dan kita pulang ke desa dulu sampai kamu melahirkan.karena kandunganmu kan harus dijaga supaya tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.”sambung ayah lagi.
“ayah tidak marah sama rina yah?”tanyaku pada ayah,
“ngapain ayah marah nak,itu semua sudah ditakdirkan untuk keluarga kita.Cuma pesan ayah,kamu jangan pernah ingat laki-laki itu lagi.”jawab ayahku.
“iya yah,aku janji akan melupakan laki-laki yang udah buat aku seperti ini”lanjutku.
       Setelah beberapa hari aku diperbolehkan pulang dari rumah sakit.Lalu  kami pun pulang kedesa,didesa semua orang membicarakanku,tapi orangtua ku tidak peduli.karena mereka tidak ingin kehilangan diriku.mereka sangat menyayangiku.
      Ibu menjaga dan merawatku dengan telaten,sampai akhirnya tiba lah saat dimana aku harus melahirkan anak yang aku kandung selama 9 bulan itu.Orangtua ku mengantarku kerumah sakit,dan alhamdulillah semua berjalan dengan lancar.aku melahirkan seorang anak perempuan.
      Ya sekarang aku sudah menjadi seorang ibu dari bayi perempuan yang sangat cantik,orangtuaku pun sekarang menjadi seorang nenek dan kakek.
     Hari-hari aku lalui dengan penuh kebahagian dengan putri kecilku,namun pada usia 5 bulan bayiku harus aku tinggal pergi ke kota,karena aku harus melanjutkan kuliahku.karena cutiku sudah habis, Namun aku percaya ibuku bisa menjaga anakku,walaupun setiap satu minggu sekali ibu kekota untuk mengunjungiku,dan aku tau ibu datang karena dia tau kalau aku rindu pada putri kecilku itu.
     Disaat aku masuk kuliah aku tidak pernah lagi melihat bima,entah kemana dia, teman-teman kuliah ku pun juga tidak tau keberadaan nya.dan akupun tidak mau memikirkan nya lagi,karena aku sudah memulai kehidupan baruku dan membuka lembaran baru bersama putriku.
        Setelah sekian lama aku menjalani pendidikan,akhirnya aku lulus juga.dan aku memilih pulang kedesa dibanding mencari pekerjaan dikota,karena aku ingin merawat dan membesarkan putriku sendiri,walaupun masih dibantu ibu.Sekarang aku bahagia hidup dengan putri kecilku didesa bersama orangtua ku.
       Aku sangat bangga kepada orangtuaku,karena mereka orangtua yang tangguh bagiku.Aku juga harus kuat menjalani kehidupan ini demi anakku,walaupun aku harus menjadi orangtua tunggal bagi anakku.masa laluku yang suram akan selalu ku ingat dan akan aku jadikan suatu pelajaran bagi kehidupanku dan putriku kedepannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar