Sejuk udara pagi membuat manusia
bersemangat untuk bangun dan siap beraktifitas.Begitupun dengan diriku.aku
bangun tidur dan siap menjalani aktifitas di hari ini.Ditambah dengan dering
handphone ku,yang membuat aku tersenyum geli.Ya tepat,itu pesan singkat dari
kekasihku.aku bergegas mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kuliah.
“sayang,aku udah
di depan kost-an kamu nih”kata pacarku lewat bbm nya.
“iya
sayang,tunggu bentar.aku keluar” balasku sambil senyum dan mengambil tasku yang
ada di atas meja lalu buru-buru keluar rumah.
“hai sayang”
sapaku pada pacarku sembari mencium pipi pacarku.
“hai juga
sayangku”jawab pacarku,
Sembari menghidupkan motornya,Kemudian aku
menaiki motor kekasihku,kamipun berangkat kekampus.Aku dan pacarku kuliah di
salah satu universitas negeri di bengkulu, kamipun satu jurusan dan satu
angkatan.kami berpacaran sejak kami kelas satu SMA,dan sekarang kami memasuki
semester 4.kira-kira kami pacaran udah 4 tahunan.selama 4 tahun itu udah banyak
hal yang kami lalui.mulai dari pertengkaran,kebahagiaan dan lain sebagainya.
Sebenarnya orangtuaku tidak suka dengan
pacarku,alasannya karena pacarku nakal dan berandalan.Bagiku itu tidak masalah
selagi pacarku masih mencintaiku.
“sayang abis kuliah
ini kita ke kost-anku ya”pesan singkat dari bima pacarku,
“iya sayang,tapi
mau ngapain yang?”tanyaku,
“aku ada kejutan
buat kamu sayang “ lanjutnya,
“emangnya dalam
rangka apa sayang,kok pake acara kejutan segala ? “tanyaku lagi,
“ya ampun
sayang,kamu lupa ya,hari ini kan hari jadian kita” jawab pacarku,
“ oh iya
sayang,maaf ya aku lupa” lanjutku lagi.
Setelah pelajaran selesai,aku dan bima
bergegas pulang ke kosan.tak lupa aku dan bima membeli makanan untuk makan
siang dikosan bima nanti.
Setelah beberapa menit sampailah kita
kekosan.Bima langsung mengeluarkan kunci rumahnya dan membuka pintunya.Kami
langsung masuk ke kosan.di dalam kosan sebenarnya aku sudah merasakan hal yang
aneh pada bima,tapi aku tidak mau berpikiran negative terhadap pacarku.
“bentar ya sayang,aku
ambil minum kamu dulu “ ucap bima sambil pergi kedapur.
“iya
sayang”jawabku.setelah beberapa menit bima keluar membawa segelas air
putih,kemudian dia memberikan air itu padaku.
“ini syang
minumnya”kata bima.“iya sayang maksih ya” jawabku.
Akupun meminum air itu tanpa rasa curiga,setelah
meminum air itu kepalaku pusing dan merasakan ngantuk.
“sayang kamu
kenapa?” tanya bima padaku,
“nggak tau ni
yang,kok kepala aku tiba-tiba pusing dan ngantuk “ jawabku dan akupun pingsan.
Setelah itu aku tak tau lagi apa yang terjadi
padaku,setelah aku sadar aku berada di tempat tidur bima dan bima ada
disampingku sembari senyum manis melihatku.
“selamat malam
pujaan hatiku”katanya seraya menyentuh wajahku dan mencium keningku.
Saat itu aku masih bingung,aku
bertanya-tanya didalam hatiku apa yang sebenarnya terjadi padaku dan bima.namun
aku seolah tak peduli dengan apa yang terjadi dan aku membalas senyum bima,dan
memeluk bima.Setelah aku membuka selimut yang menyelimuti tubuhku,betapa
kagetnya aku saat menyaksikan tubuhku yang bugil tanpa sehelai benangpun.
Aku menjerit “
BIMA!,kamu apain aku ? “
“kamu lebay deh
yang,nggak usah segitunya juga kali.kitakan udah pacaran lama,ya wajar dong aku
meminta balasan dari kesetiaanku selama ini sama kamu” jawab bima
“tapi bim,”air
mataku keluar dengan sendirinya dan mengalir di pipiku.
”aku memang
sayang sama kamu,tapi nggak kayak gini juga dong.sekarang aku kotor bim,ini
semua gara-gara kamu” lanjutku sambil terisak-isak.
Bima malah merangkulku tanpa rasa bersalah
sedikitpun,
”udahlah
yang,toh juga kan udah terjadi,mau diapain lagi.”katanya sambil membelai
rambutku yang panjang.
“tapi gimana
kalo aku hamil bim ? “tanyaku
,”kita kan masih
kuliah,apa kata ibu dan ayahku bim.mereka udah percaya banget sama aku.aku
nggak mau bikin malu orangtua ku bim”lanjutku.
“ya kalo kamu
hamil tinggal gugurin aja lah yang,gitu aja kok repot”jawab bima seolah tak mau
ambil pusing.
”ih kok kamu
ngomong gitu,pokoknya aku nggak mau tau,kamu harus nikahin aku”lanjutku lagi.
“nikah apanya
sih,please deh yang.ya aku nggak mungkin lah nikahin kamu.aku nggak mau nikah
dulu.”jawabnya.
“bim,maksud kamu
apa? Kamu nggak mau nikahin aku? Jadi apa gunanya kita pacaran selama ini bim?
“ lanjutku lagi.
“ya nggak
lah,aku cuma pengen nyoba tubuh kamu aja,toh juga kan orangtua kamu nggak suka
kan sama aku.” Kata bima lagi.
“oh jadi selama
ini kamu dendam sama orangtua aku? “ kataku sambil menatap bima yang mulai
melepas pelukan nya dariku.
“sebenarnya sih
iya,aku sekarang lega udah menghancurkan hidup kamu.pastinya kan orangtua kamu
sekarang malu banget punya anak yang udah nggak perawan lagi” lanjut bima,
Dan
aku melihat senyum bahagia dibibirnya.dan betapa hancur hatiku saat mendengar
perkataan yang di ucapkan bima itu.Aku bergegas memakai pakaianku kembali.
“PLAKK”suara
tanganku saat menampar pipi bima,
“eh kamu jangan
kurang ajar ya rin,sekarang kita putus dan jangan pernah hubungi aku lagi “
kata bima sembari menahan tanganku.
“dasar bajingan
kamu bim,aku benar-benar benci sama kamu.semoga kamu dapat balasan dari tuhan
bim,dan asal kamu tau tuhan nggak bakalan tidur bim.semoga tuhan bisa balas
kejahatan kamu bim” kataku seraya melepaskan tangan bima,dan akupun pergi dari
rumah bima.
Aku berjalan kaki untuk mencari
angkot,sambil berjalan aku menangis,aku menyesal tentang apa yang telah
terjadi.aku tak menyangka bima sejahat itu.
“naik neng
?”kata supir angkot memecahkan lamunanku.”iya pak,ke panorama ya pak”balasku
“iya
neng”jawabnya.aku pun duduk dipinggir pintu.didalam angkot itu aku masih
memikirkan apa yang terjadi tadi dan menangis.
.”mbak kenapa
nangis?”ucap perempuan paruh baya yang duduk disampingku.
“nggak apa-apa
kok buk”jawabku sembari menghapus air mata yang ada di pipiku dan tersenyum
kepada ibu paruh baya itu.
“tepi pak”kataku
kepada supir angkot yang aku tumpangi itu,karena aku sudah sampai di kosanku.Angkot
pun berhenti dan aku memberikan ongkos kepada supir tersebut.
Aku bergegas membuka pintu kosanku,kemudian
aku bergegas mandi untuk membersihkan diriku yang sudah kotor.di kamar mandi
aku luapkan semua kesedihan dan kekesalanku.aku menyesal karena tidak
mendengarkan omongan orangtua ku.aku sudah dibutakan oleh cinta yang membuat
diriku sendiri hancur.
Hari demi hariku lalui dengan
kesedihan,dan aku tidak pernah lagi berhubungan dengan bima.walaupun kami
setiap hari bertemu dikampus tapi bima tidak pernah menegur atau menanyakan
kabarku.disaat aku ingin mendekatinya untuk bicara bima selalu menghindar dan
menjauh.
Dan pada suatu hari aku mempunyai kesempatan
untuk bicara dengannya.Aku langsung menghampiri nya dan menarik tangan nya
keluar ruangan.
“apa lagi sih
rina? Bukan nya udah aku bilang kita putus.”kata bima sembari menatapku seolah
mata nya itu menghinaku
“bim,aku udah 2 bulan nggak datang bulan”sahutku.”hahaa,apa
hubungannya dengan ku rina ?”jawabnya
“aku serius
bim,aku bingung sekarang.”lanjutku.”trus kamu mau nya gimana?”tanya nya
kepadaku.
“aku mau kamu
nikahin aku”jawabku.
”kamu gila ya
rin,aku belum siap nikah.dan aku nggak mau nikah sama kamu”jawabnya lagi,
“kok kamu
ngomong gitu sih bim,kamu sentuh tubuh aku tanpa izin dari aku,kamu meniduri
aku dengan cara yang curang”kataku kepada bima.
“ya udah,nanti
sore aku jemput kamu,kita gugurin tu kandungan nya”sahut bima
“nggak,aku nggak
mau bunuh calon bayi aku,udah banyak dosa yang aku lakukan.dan aku nggak mau
nambah dosa lagi bim.”kataku seraya menangis,karena memang aku tidak mau
membunuh darah dagingku sendiri.
“kalo memang itu
mau kamu aku nggak bisa maksa rin,tapi aku nggak bisa ikuti kemauan kamu untuk
kita nikah.maaf rin mending sekarang kita pura-pura nggak kenal aja.”jawab
bima.
Bima pun melangkah pergi meninggalkan
aku,aku tak bisa berkata apa-apa.aku tersungkur dilantai dan menangis.
Hari-hari ku lalui terasa begitu
sakit,aku bingung harus bagaimana.Aku tak tau apa yang harus aku lakukan.sehingga
aku berpikir untuk mengakhiri hidupku.
Dimalam
itu aku sudah memegang satu gelas racun nyamuk,dan siap meminumnya.sebelum
meminum racun nyamuk itu aku menangis dan mengirimkan pesan singkat kepada
ibuku yangberada di desa.isi dari pesan singkat itu adalah permintaan maafku
yang selama ini sudah merepotkan,menyusahkan,dan membuat orangtua ku malu
dengan perbuatanku.meminta maaf karena selama ini tidak pernah mendengarkan kata-katanya,serta
berterima kasih karena mereka sudah melahirkan ku, membesarkan ku, dan
menyayangiku tanpa pamrih,serta aku mengungkapkan semua isi hatiku betapa aku
menyanyangi mereka.setelah aku mengirim pesan singkat itu aku langsung meminum
racun nyamuk itu ,reaksinya sangat cepat dan akhirnya aku tak sadarkan diri.
Saat aku sadarkan diri,aku sudah di rumah
sakit.akupun tak tau siapa yang membawaku kerumah sakit dan apa yang terjadi
sebelumnya padaku.samar-samar aku melihat seorang wanita yang sedang menangis
tersedu-sedu sambil membaca al-quran.dan ternyata itu ibuku.
“ibu”kataku
sambil melihat ke arahnya.ibuku terkejut dan menutup al-quran yang ia baca dan
menghampiriku.
“kamu sudah
sadar nak?”tanyanya padaku seraya mengelus-elus rambut panjangku
“ibu,apa yang
terjadi padaku bu? Kenapa aku bisa disini bu?”tanya ku.
”udah lah nak
jangan terlalu banyak pikiran dulu,kamu kan baru sadar.”jawab ibuku.
”kamu istirahat
dulu ya,ibu mau kasih tau ayah dulu”lanjutnya
Lalu ibu melangkah keluar ruangan,namun
aku mendengar percakapan dokter dengan ibu di depan ruangan dimana aku dirawat.
“dok,gimana
janin nya dok? Apa masih bisa di selamatkan dok?”tanya ibu kepada dokter itu
“alhamdulillah
bu,janin nya bisa diselamatkan,tapi kandungan nya harus dijaga dengan ketat.
soalnya janin nya agak lemah karena racun yang diminum anak ibu itu”jawab
dokternya.
“oh iya
dok,terima kasih ya dok,ini benar-benar suatu mujizat bagi keluarga kami
dok”lanjut ibuku dan dokter itu pergi meninggalkan ibu.
Aku tidak tau darimana dan kapan ibu
mengetahui tentang kehamilanku itu,mungkin dokter itu yang memberi tahu ibu.
Ayahku memasuki ruangan ku dan
tersenyum,ayah mencium kening ku dan mengatakan “ayah dan ibu sangat menyayangi
kamu nak,jangan pernah lakukan hal bodoh seperti ini lagi.ayah tidak tau
bagaimana jadinya ayah dan ibu tanpa kamu nak.”
Aku menangis dan
ayah memelukku.
“laki-laki itu
bajingan yah,dia tidak mau tanggung jawab.aku tidak tau harus bagaimana.jadi
aku mengambil jalan pintas ini yah.”kataku kepada ayah.”maafkan rina
yah”lanjutku lagi
“iya nak,ayah
ngerti keadaan kamu.yang sudah terjadi biarkan lah terjadi,mungkin ini sudah
takdir yang harus kamu lalui,kamu harus kuat.dan bangkit dari keterpurukan
ini,kamu harus ingat sekarang kamu mempunyai calon baby di dalam rahimmu,kamu
harus kuat demi janinmu.karena kata dokter janinmu lemah.kamu harus menjaga
kandunganmu itu.”lanjut ayah.
“iya yah,aku
harus semangat,tapi gimana kuliah aku yah?”tanya ku pada ayah,
“kemarin ayah
udah mengurus surat cuti kuliahmu, sekarang kamu cuti dulu 1 tahun ya nak,dan
kita pulang ke desa dulu sampai kamu melahirkan.karena kandunganmu kan harus
dijaga supaya tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.”sambung ayah lagi.
“ayah tidak
marah sama rina yah?”tanyaku pada ayah,
“ngapain ayah
marah nak,itu semua sudah ditakdirkan untuk keluarga kita.Cuma pesan ayah,kamu
jangan pernah ingat laki-laki itu lagi.”jawab ayahku.
“iya yah,aku
janji akan melupakan laki-laki yang udah buat aku seperti ini”lanjutku.
Setelah beberapa hari aku diperbolehkan
pulang dari rumah sakit.Lalu kami pun pulang
kedesa,didesa semua orang membicarakanku,tapi orangtua ku tidak peduli.karena
mereka tidak ingin kehilangan diriku.mereka sangat menyayangiku.
Ibu menjaga dan merawatku dengan
telaten,sampai akhirnya tiba lah saat dimana aku harus melahirkan anak yang aku
kandung selama 9 bulan itu.Orangtua ku mengantarku kerumah sakit,dan
alhamdulillah semua berjalan dengan lancar.aku melahirkan seorang anak
perempuan.
Ya sekarang aku sudah menjadi seorang ibu
dari bayi perempuan yang sangat cantik,orangtuaku pun sekarang menjadi seorang
nenek dan kakek.
Hari-hari aku lalui dengan penuh
kebahagian dengan putri kecilku,namun pada usia 5 bulan bayiku harus aku
tinggal pergi ke kota,karena aku harus melanjutkan kuliahku.karena cutiku sudah
habis, Namun aku percaya ibuku bisa menjaga anakku,walaupun setiap satu minggu
sekali ibu kekota untuk mengunjungiku,dan aku tau ibu datang karena dia tau
kalau aku rindu pada putri kecilku itu.
Disaat aku masuk kuliah aku tidak pernah
lagi melihat bima,entah kemana dia, teman-teman kuliah ku pun juga tidak tau
keberadaan nya.dan akupun tidak mau memikirkan nya lagi,karena aku sudah
memulai kehidupan baruku dan membuka lembaran baru bersama putriku.
Setelah sekian lama aku menjalani
pendidikan,akhirnya aku lulus juga.dan aku memilih pulang kedesa dibanding
mencari pekerjaan dikota,karena aku ingin merawat dan membesarkan putriku
sendiri,walaupun masih dibantu ibu.Sekarang aku bahagia hidup dengan putri
kecilku didesa bersama orangtua ku.
Aku sangat bangga kepada
orangtuaku,karena mereka orangtua yang tangguh bagiku.Aku juga harus kuat
menjalani kehidupan ini demi anakku,walaupun aku harus menjadi orangtua tunggal
bagi anakku.masa laluku yang suram akan selalu ku ingat dan akan aku jadikan
suatu pelajaran bagi kehidupanku dan putriku kedepannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar